KOMPAS.com - Bulan Ramadhan sudah di depan mata. Pada momen ini, umat Muslim di seluruh dunia diwajibkan untuk berpuasa. Mereka harus menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Namun, puasa ini rupanya tak hanya dikenal di kalangan umat Muslim saja. Komunitas kesehatan juga menyakini puasa mengandung manfaat yang baik untuk kesehatan. Dilansir dari laman Lifehack, Nathan Hewitt, pakar diet dari Inggris memaparkan 10 manfaat luar biasa dari berpuasa.

1. Menurunkan berat badan
Puasa bisa menjadi cara yang aman untuk menurunkan berat badan. Banyak riset telah menunjukkan puasa intermiten -puasa yang dilakukan secara berkala, memungkinkan tubuh untuk membakar sel-sel lemak lebih efektif daripada diet biasa. Puasa intermiten memungkinkan tubuh untuk menggunakan lemak sebagai sumber utama energi, bukan gula. Kini, banyak atlet menggunakan puasa sebagai sarana untuk mengurangi lemak tubuh ketika menghadapi kompetisi.

2. Meningkatkann sensitivitas insulin
Puasa telah terbukti memiliki efek positif pada sensitivitas insulin. Ini memungkinkan tubuh mentoleransi karbohidrat (gula) lebih baik. Sebuah penelitian menunjukkan setelah periode berpuasa, insulin menjadi lebih efektif dalam "memberitahu" sel untuk mengambil glukosa dari darah.

3. Meningkatkan metabolisme
Puasa membuat sistem pencernaan kita beristirahat. Ini dapat memberi energi pada metabolisme untuk membakar kalori lebih efisien. Jika pencernaan buruk, maka kondisi itu dapat memengaruhi kemampuan untuk memetabolisme makanan dan membakar lemak. Puasa pun dapat mengatur pencernaan dan meningkatkan fungsi usus yang sehat. Inilah yang akhirnya mampu meningkatkan fungsi metabolisme kita.

4. Memperpanjang usia
Percaya atau tidak, semakin sedikit kita makan semakin tinggi harapan hidup kita. Riset telah menunjukkan bagaimana masa hidup orang-orang dalam budaya tertentu meningkat karena makanan mereka. Namun, kita tidak perlu hidup di antara komunitas asing untuk mendapatkan manfaat dari puasa. Salah satu efek utama penuaan adalah metabolisme yang lebih lambat. Jadi, semakin muda tubuh kita, semakin cepat dan lebih efisien proses metabolisme. Semakin sedikit kita makan, semakin kecil risiko kesehatan yang kemungkinan terjadi pada sistem pencernaan.

5. Mengatur hormon rasa lapar
Coba pikirkan tentang ini, bisakah kita benar-benar mengalami rasa lapar yang nyata jika kita makan makanan setiap 3-4 jam? Tentu saja tidak bisa. Bahkan, untuk mengalami sifat kelaparan yang sebenarnya, ini akan memakan waktu mulai dari 12-24 jam. Puasa membantu mengatur hormon dalam tubuh sehingga kita benar-benar merasakan rasa lapar yang nyata. Mereka yang memiliki berat badan lebih tidak menerima sinyal yang tepat untuk memberi tahu rasa lapar yang tepat. Ini terjadi karena mereka memiliki pola makan yang berlebihan. Semakin lama kita berpuasa, semakin banyak tubuh kita dapat mengatur dirinya sendiri untuk melepaskan hormon yang tepat. Dengan cara ini, kita mampu merasakan rasa lapar yang sebenarnya. Ketika hormon bekerja dengan benar, kita juga bisa merasa kenyang lebih lama.

6. Memperbaiki pola makan
Puasa sangat bermanfaat bagi mereka yang menderita gangguan makan berlebihan. Cara ini juga sangat membantu mereka yang memiliki pola makan tidak teratur, entah karena pekerjaan dan prioritas lainnya. Tak masalah jika kita melakukan puasa intermiten sepanjang sore tanpa makan. Cara ini dapat memungkinkan kita untuk makan pada waktu yang ditentukan dan sesuai dengan gaya hidup kita. Bagi siapa saja yang ingin mencegah nafsu makan berlebih, kita dapat menetapkan waktu di mana kita dapat mengonsumsi sejumlah harian kalori dalam satu kali waktu. Setelah itu, kita harus menahan nafsu makan ini sampai hari berikutnya.

7. Meningkatkan fungsi otak Puasa telah terbukti meningkatkan fungsi otak, karena meningkatkan produksi protein yang disebut brain-derived neurotrophic factor (BDNF). BDNF mengaktifkan sel induk otak untuk diubah menjadi neuron baru, dan memicu banyak bahan kimia lain yang mempromosikan kesehatan saraf. Protein ini juga melindungi sel-sel otak kita dari perubahan yang terkait dengan penyakit Alzheimer dan Parkinson.

8. Meningkatkan sistem imun
Puasa dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan berpuasa, tubuh mampu mengurangi kerusakan radikal bebas, mengatur kondisi peradangan dalam tubuh dan mencegah pembentukan sel kanker. Di alam, ketika hewan sakit mereka berhenti makan dan fokus untuk beristirahat. Ini adalah naluri primitif untuk mengurangi stres pada sistem internal mereka, sehingga tubuh mereka dapat melawan infeksi. Manusia adalah satu-satunya spesies yang mencari makanan ketika kita sakit, bahkan ketika kita tidak membutuhkannya.

9. Membuat diri merasa lebih baik
Puasa telah membantu banyak orang merasa lebih terhubung dengan kehidupan selama latihan membaca, meditasi, yoga, dan seni bela diri dan semacamnya. Tanpa makanan dalam sistem pencernaan, ini membuat ruang untuk lebih banyak energi dalam tubuh. Pencernaan adalah salah satu sistem dalam tubuh yang paling banyak menyerap energi. Berpuasa memungkinkan kita merasa lebih baik secara sadar maupun secara fisik. Dengan tubuh yang lebih ringan dan pikiran yang lebih jernih, kita menjadi lebih sadar, dan bersyukur atas hal-hal di sekitar kita.

10. Puasa mencerahkan kulit dan mencegah jerawat
Puasa dapat membantu membersihkan kulit dan mencegah munculnya jerawat. Ini terjadi karena saat tubuh yang sementara bebas dari aktivitas dalam proses pencernaan, ia dapat memfokuskan energi regeneratifnya pada sistem lain. Tidak makan apa pun selama satu hari terbukti membantu tubuh membersihkan racun dan mengatur fungsi organ tubuh lainnya seperti hati, ginjal dan bagian lainnya.

JL. Moch Toha No. 77 Bandung 40253, Indonesia, Tel. 022 5203122 ; 5201501 ext. 3175