Golongan obat baru untuk mencegah migrain telah disetujui pada minggu lalu. Obat ini, yang disebut Aimovig, mengurangi frekuensi terjadinya migrain di antara orang-orang yang sangat menderita, tetapi obat ini bukanlah untuk menyembuhkan. Seorang ahli menyebutnya "kemajuan dalam pengobatan tetapi bukan obat mujarab." Migrain adalah penyakit neurologis yang paling melumpuhkan di dunia yang menyerang mereka di bawah usia 50 tahun, mengalahkan penyakit epilepsi, stroke dan sakit punggung kronis. Namun banyak orang yang mengalami migrain tetapi tidak menyadarinya atau pernah menyebutkan gejala mereka ke dokter.

Bagaimana Anda mengetahui Anda menderita migraine ?
Migrain bukan hanya sakit kepala. Penyakit ini didiagnosis pada pasien hanya jika mereka memiliki minimal lima kali serangan, masing-masing berlangsung empat hingga 72 jam. Setiap serangan memiliki dua dari gejala berikut: sakit kepala berdenyut dengan rasa sakit yang sedang hingga berat, dengan aktivitas yang memburuk, dan hanya pada satu sisi kepala. Juga, seseorang yang menderita serangan migrain merasa mual atau sangat terganggu dengan kebisingan.

Bagaimana dengan aura? Apakah aura bagian dari migrain?
Terkadang, tetapi tidak selalu. Sekitar 20 persen pasien migrain mendapatkan aura sebelum sakit kepala. Aura meliputi distorsi dalam penglihatan.

Pasien yang Mengalami Migrain
Migrain dapat terjadi di masa kecil, meskipun biasanya dimulai pada masa remaja atau dewasa. Penyakit migrain menyerang hampir satu dari lima wanita di seluruh dunia, satu dari 16 pria dan satu dari 11 anak-anak. Satu dari empat keluarga memiliki setidaknya satu anggota dengan migrain. Kondisi ini tampaknya berasal dari faktor genetik dan lingkungan. Tidak ada yang bisa dilakukan seseorang untuk mengurangi kemungkinan terjadinya migrain.

Mengapa lebih banyak wanita daripada pria mendapatkan migrain? Apakah karena hormon?
Mungkin, tapi tidak ada yang tahu pasti. Estrogen - hormon yang berlimpah pada wanita sebelum menopause dan hadir dalam jumlah yang jauh lebih rendah pada pria - merupakan salah satu faktor dalam migrain, meskipun bukan satu-satunya. Serangan migrain tampaknya lebih sering dan berat ketika kadar estrogen berubah selama masa pubertas, menstruasi, trimester pertama kehamilan dan tahun-tahun sebelum menopause.

Mengapa pasien dan dokter begitu sering tidak menyadari sakit kepala seseorang adalah migrain?
Mereka sering berpikir sakit kepala disebabkan oleh ketegangan, stres atau dehidrasi, atau bahwa mereka adalah "sinus headaches" - kategori yang tidak ada. "Sinus Headaches adalah penemuan Madison Avenue," kata Dr. Stewart Tepper, profesor neurologi di Dartmouth College. "Jika Anda pergi ke Eropa, mereka tidak tahu apa yang Anda bicarakan."

Hidung dan mata yang berair dan disertai sakit kepala bisa menjadi gejala migrain, katanya. Dalam satu penelitian, 88 persen pasien dengan sinus headaches yang dilaporkan sendiri atau diagnosis oleh dokter benar-benar mengalami migrain.

Kesalahan diagnosis. Dalam penelitian lainnya, fasilitas kesehatan primer yang mendiagnosis sakit kepala pasien sebagai sesuatu selain migrain biasanya salah.

Bahkan pasien dengan migrain kronis, yang didefinisikan sebagai paling tidak telah menderita 15 hari sakit kepala dalam sebulan, seringkali tidak didiagnosis dengan benar. Satu penelitian besar menemukan bahwa hanya 4,5 persen orang dengan migrain kronis telah berbicara dengan dokter mereka tentang gejala mereka serta mendapatkan diagnosis yang akurat dan menerima perawatan yang tepat.

Apa yang berhasil dan tidak dalam mengobati migrain?
Obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas seperti aspirin dan ibuprofen biasanya tidak berfungsi. Obat sinus juga cenderung tidak berfungsi. Dan tidak ada pengobatan yang efektif untuk mencegah migrain. Pasien biasanya mendapatkan obat, kombinasi beberapa obat atau alat yang membantu meredakan keparahan dan frekuensi terjadinya migrain.

Pilihannya termasuk kelas obat, triptans, yang membantu sekitar 60 persen pasien migrain. Triptan merupakan kelas generik dengan harga mulai dari sekitar $ 11 untuk sembilan pil menjadi $ 70 untuk dua suntikan serta $ 428 untuk nasal spray.

Beberapa alat yang digunakan dalam pengobatan migraine diantaranya Cefaly dengan harga $550, GammaCore seharga $575. Selain itu terdapat alat bernama Spring TMS dengan harga sewa selama tiga bulan pertama adalah $150 dan $220 pada bulan berikutnya. Cara kerja pada alat-alat tersebut menggunakan gelombang listrik.

Obat baru yang telah disetujui, Aimovig, oleh Amgen dan Novartis, adalah obat pertama yang dirancang khusus untuk mencegah migrain. Obat ini disuntikkan sebulan sekali dengan alat yang mirip dengan yang digunakan untuk menyuntikkan insulin dengan harga $ 6.900 setahun. Selain Aimovig, ada terapi botox yang hanya disetujui untuk migraine kronis dimana dengan kondisi sakit kepala setidaknya 15 hari per bulan dan selama 4 jam per hari. Biaya obatnya per tahun adalah $6.000 per tahun. Terapi botox ini dilakukan di pusat medis dengan menyuntikkan setiap 12 minggu dengan total biaya $15.000 per tahun yang sudah mencakup biaya komponen rumah sakit menurut dr. Tepper.

Obat generik lainnya yang dapat mengurangi frekuensi migrain meliputi antidepresan, obat epilepsi, dan jenis obat jantung tetapi dengan berbagai efek sampaing yang ditimbulkan dari obat-obat tersebut diantaranya memperlambat denyut jantung, menurunkan tekanan darah, perubahan kognitif dan suasana hati, penurunan berat badan, glaucoma, batu ginjal, kesemutan tangan dan kaki.

Apa yang dikatakan pasien tentang migrain?
Rasa sakitnya bisa sangat buruk. Dr. Amaal Starling, seorang spesialis migrain di Mayo Clinic di Phoenix, berasal dari keluarga yang mengalami migrain – termasuk ia sendiri. Proses yang dialami oleh ia didahului dengan muculnya aura yang berlangsung 10 hingga 15 menit. Selanjutnya diikuti dengan sakit kepala berdenyut.

JL. Moch Toha No. 77 Bandung 40253, Indonesia, Tel. 022 5203122 ; 5201501 ext. 3175